Bahaya Plastik pada Bungkus Lontong: Gangguan Hormon hingga Kanker

Dulunya, pembuatan lontong dan ketupat biasanya dibungkus menggunakan janur atau daun pisang, tetapi kini masyarakat lebih sering memilih plastik karena dianggap lebih mudah dan efisien. Meskipun lontong yang dibungkus plastik lebih praktis dan biayanya lebih murah, apakah hal ini benar-benar aman?

Penggunaan plastik sebagai kemasan makanan, terutama saat dimasak dengan suhu tinggi, memang menimbulkan banyak perdebatan karena dikaitkan dengan bahaya bagi kesehatan. Meskipun saat ini sudah ada jenis plastik yang termasukfood grade, penggunaannya sebagai kemasan makanan yang terkena panas dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

Penjelasan lengkap mengenai bahaya penggunaan plastik sebagai bungkus lontong yang dapat menyebabkan gangguan hormon hingga kanker telahErfa News rangkum berikut ini!

Apakah Kemasan Lontong Menggunakan Plastik Berisiko?

Bungkus lontong menggunakan plastik masih menjadi topik perdebatan hingga kini. Metode ini dianggap lebih efisien dan hemat dari segi ekonomi, tetapi di sisi lain bisa menimbulkan risiko karena penggunaan plastik dalam proses memasak.

Ahli Gizi Masyarakat dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengungkapkan bahwa kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus lontong atau ketupat mampu melepaskan bahan kimia berbahaya ketika terpapar panas dari proses pengukusan.

"Plastik yang terkena panas, khususnya jenis tertentu, dapat melepaskan bahan kimia beracun yang mungkin masuk ke dalam makanan dan tubuh," ujar Dokter Tan, seperti dilaporkan Antara.

Plastik yang digunakan masyarakat untuk membungkus lontong mampu melepaskan senyawa kimia yang berpotensi merugikan kesehatan.

Oleh karena itu, penggunaan plastik sebagai kemasan lontong masih menjadi topik perdebatan hingga saat ini, meskipun banyak pedagang atau lontong buatan rumahan menggunakan metode ini karena dianggap lebih praktis.

Suhu Tinggi Saat Pemanggangan Mengeluarkan Zat Kimia dari Plastik

Plastik tidak disarankan, bahkan sebaiknya dihindari dalam membungkus lontong karena berisiko jika terkena panas. Ketika plastik dipanaskan, zat kimia yang ada di dalamnya dapat meleleh dan bercampur dengan makanan (lontong) yang akan dimakan.

"(Plastik) menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, kesulitan reproduksi, serta potensi risiko kanker," lanjut Dokter Tan.

Sebuah penelitian yang terdapat dalam Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa suhu tinggi saat proses perebusan lontong dapat mempercepat proses pelepasan bahan kimia yang terdapat pada plastik yang digunakan sebagai bungkus.

Bahan kimia tersebut melepaskan 55 kali lebih cepat ketika terpapar panas dibandingkan pada suhu biasa.

Tidak hanya dalam proses perebusan lontong, zat berbahaya juga dapat larut ke dalam makanan atau minuman yang dipanaskan dengan cara direbus, dikukus, digoreng, atau dipanggang.

Bahan Kimia dalam Plastik Berisiko bagi Kesehatan Kandungan Kimia pada Plastik Berbahaya bagi Kesehatan Bahan-Bahan Kimia yang Terdapat dalam Plastik Berpotensi Berbahaya Zat-Zat Kimia dalam Bahan Plastik Dapat Mengancam Kesehatan Bahan Kimia yang Ada di Dalam Plastik Berbahaya untuk Tubuh Manusia

Terdapat beberapa bahan kimia berbahaya dalam plastik yang dapat larut ke dalam lontong saat proses perebusan berlangsung, yaituBisphenol A (BPA), phthalate, hingga mikroplastik.

BPA merupakan salah satu zat kimia yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik jenis Polycarbonatedan epoksi resin, biasanya diberi kode 7 (lainnya). BPA adalah bahan kimia yang mudah larut ketika terpapar suhu tinggi.

Selain BPA, zat phthalatejuga mudah lepas ketika terkena panas. Bahan ini umumnya sering ditambahkan ke plastik PVC dengan kode 3.

Mikroplastik yang tercemar dalam makanan juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius, mulai dari peradangan hingga gangguan pada sistem kardiovaskular.

Bahaya Bahan Kimia yang Larut dalam Makanan

Menurut penelitian dari Jurnal Perspektif Kesehatan Lingkunganpaparan BPA dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan fungsi hormon estrogen, gangguan perkembangan otak, serta meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara.

Paparan BPA terhadap ibu yang sedang hamil dapat menimbulkan ancaman kesehatan serius bagi janin, termasuk gangguan perkembangan saraf.

Zat phthalateyang terkena panas dan tenggelam dalam makanan. Studi dariJurnal Ilmu Paparan dan Epidemiologi LingkunganPada tahun 2018, ditemukan bahwa zat ini mampu menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan perkembangan anak, meningkatkan risiko obesitas, gangguan metabolisme, serta dapat mengganggu sistem endokrin manusia.

Penggunaan plastik yang terbuat dari PVC (Polyvinyl Chloride) untuk membungkus makanan dapat menyebabkan zat kimia berpindah ke makanan, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas dari Universitas Gadjah Mada.

Terdapat plastik yang dikategorikan sebagai food grade, tetapi lebih aman untuk menggunakan bahan alami.

Untuk mengurangi risiko tersebut, sebenarnya terdapat jenis plastik yang dirancang khusus aman untuk kontak dengan makanan, yang dikenal sebagai food grade. Plastik dengan kode PP (Polypropylene- kode 5) mampu bertahan hingga suhu 100 derajat celcius.

Plastik ini umumnya juga cocok digunakan untuk makanan yang panas dan biasanya dilengkapi label 'microwave safe. Namun, plastik ini tidak sepenuhnya menjamin terhindar dari perpindahan zat beracun.

Tidak semua plastik food gradeaman terhadap panas, khususnya yang tipis seperti wadah sekali pakai (PET) yang bisa meleleh dan melepaskan bahan kimia beracun.

Oleh karena itu, penggunaan plastik sebagai bahan pembungkus makanan yang panas atau selama proses memasak tidak direkomendasikan karena zat kimia yang terlarut dan menempel pada makanan bisa menyebabkan berbagai bahaya bagi kesehatan.

Dengan demikian, penggunaan pembungkus lontong dari bahan alami seperti daun pisang dan janur masih dianggap sebagai pilihan yang paling cerdas, meskipun prosesnya agak rumit dan mungkin tidak sepraktis menemukan plastik.

Selain aman digunakan untuk makanan, kemasan alami ini memberikan aroma harum khas pada lontong dan mampu meningkatkan selera makan, terlebih jika disajikan bersama hidangan yang menggugah selera seperti opor atau rendang.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah penjelasan mengenai risiko penggunaan bungkus lontong berbahan plastik, yang dapat menyebabkan gangguan hormon hingga kanker. 2. Berikut ini adalah penjelasan tentang bahaya bungkus lontong yang terbuat dari plastik, bisa memicu gangguan hormon dan bahkan kanker. 3. Ini adalah penjelasan mengenai potensi bahaya bungkus lontong menggunakan plastik, yang mungkin menyebabkan gangguan hormon hingga risiko kanker. 4. Berikut penjelasan mengenai bahaya penggunaan bungkus lontong dari plastik, yang bisa berdampak pada gangguan hormon hingga kanker. 5. Itulah penjelasan tentang bahaya bungkus lontong pakai plastik, yang bisa menyebabkan gangguan hormon dan bahkan kanker.

Jadi, sebaiknya hindari penggunaan plastik untuk membungkus makanan yang panas, ya, Ma!

Pertanyaan Umum Mengenai Kemasan Plastik Berbahaya

Question

Answer

Apakah kemasan plastik untuk makanan aman digunakan?

Benar, kemasan plastik makanan dapat digunakan dengan aman jika digunakan sesuai petunjuk yang diberikan oleh produsen. Namun, jika penggunaannya tidak tepat, terdapat potensi perpindahan bahan kimia dari plastik ke makanan.

Apakah kantong plastik bisa membahayakan kesehatan?

Terdapat bahan kimia berbahaya yang dapat terlepas dari penggunaan botol atau kantong plastik, khususnya ketika terpapar panas. Selain membahayakan kesehatan, kantong plastik juga sangat berisiko jika dibuang sembarangan.

Apa dampak BPA terhadap tubuh?

BPA bisa mengganggu sistem hormon dalam tubuh dan memperbesar kemungkinan terkena berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah reproduksi, penyakit jantung, serta kegemukan.

7 Cara Menyimpan Keju, Jangan Gunakan Bungkus Plastik Bahaya Bahan Kimia Plastik dan Metode Aman untuk Mengurangi Paparannya BRIN Mengungkap Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Ketahui Dampaknya!

0 Response to "Bahaya Plastik pada Bungkus Lontong: Gangguan Hormon hingga Kanker"

Posting Komentar