Berita Segar Datang dari Lirboyo Kediri

Penyelesaian Konflik Internal PBNU di Lirboyo

Konflik internal yang terjadi antara Ketua Umum PBNU Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar akhirnya berakhir setelah melalui proses islah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada 25 Desember 2025. Dalam kesepakatan tersebut, kepemimpinan PBNU tetap berjalan dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Selain itu, kedua kubu sepakat untuk menggelar Muktamar ke-35 NU bersama-sama. Untuk mempersiapkan acara tersebut, PBNU akan membentuk panitia bersama.

Sejarah dan Peran Pesantren Lirboyo

Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu pesantren tertua dan terkemuka di Indonesia, yang terletak di Kediri, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1910 oleh Kyai Haji Abdul Karim, pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Lirboyo dikenal sebagai pusat pendidikan agama yang mengajarkan berbagai ilmu Islam, seperti fiqh (ilmu hukum Islam), tasawuf (ilmu tentang hati), serta kajian-kajian klasik lainnya yang diambil dari kitab-kitab kuning, yaitu kitab-kitab berbahasa Arab yang menjadi rujukan utama dalam dunia pesantren.

Sistem pendidikan di Lirboyo berbasis pada kitab kuning. Di sini, santri diajarkan untuk menghafal dan memahami kitab-kitab klasik, yang berisi ajaran-ajaran keislaman yang mendalam. Selain pelajaran agama, pesantren ini juga menekankan pentingnya adab (akhlak) dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan di Lirboyo tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga membentuk karakter santri agar memiliki kepribadian yang baik dan terpuji sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam perjalanan waktu, Ponpes Lirboyo telah melahirkan banyak ulama dan tokoh agama yang berpengaruh di Indonesia. Selain itu, pesantren ini juga menjadi tempat yang sangat dihormati dalam dunia keagamaan, dengan ribuan santri yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Keberadaan Lirboyo tidak hanya memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan Islam, tetapi juga berperan penting dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan damai di masyarakat.

Proses Islah yang Berliku

Proses islah antara kubu Gus Yahya dengan KH Miftachul Akhyar cukup berliku. Kepengurusan PBNU sebelumnya terpecah setelah terjadi konflik kedua kubu sekitar sebulan lalu. Belum diketahui pasti pemicu konflik internal tersebut. Namun, yang paling santer terdengar adalah masalah konsesi tambang. Konsesi yang diberikan saat pemerintahan Presiden Joko Widodo itu disebut menjadi pemicu. Isu ini diucapkan oleh banyak tokoh Nahdlatul Ulama, beberapa di antaranya eks Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siradj, Ketua PBNU Alissa Qotrunnada Wahid, dan tokoh NU kultural Mahfud MD.

Namun, secara formal, takhta Gus Yahya memang digoyang lewat isu anti-Israel. Dalam catatan rapat pengurus harian Rais Syuriyah PBNU yang dikeluarkan 20 November 2025, Gus Yahya disebut melanggar peraturan perkumpulan karena telah mengundang tokoh zionis dalam acara kaderisasi anggota NU. Tudingan kepada Gus Yahya yang disebut dekat dengan tokoh zionis membuat nama perkumpulan PBNU tercoreng. Namun, Gus Yahya menilai alasan tersebut dibuat-buat karena ia sama sekali tidak pernah mendapat kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

Selain itu, Gus Yahya menentang cara pelengseran dirinya karena dilakukan lewat rapat harian, bukan forum muktamar. Konflik di internal PBNU tersebut akhirnya membuat sesepuh dan dewan penasihat PBNU turun gunung. Mereka berkumpul di Lirboyo untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Musyawarah Kubro dan Rekomendasi Sesepuh

Di Ponpes Lirboyo, sesepuh dan dewan penasihat PBNU menggelar Musyawarah Kubro. Musyawarah Kubro adalah sebuah istilah dalam tradisi pesantren yang merujuk pada kegiatan pertemuan besar atau musyawarah besar yang diadakan oleh para kiai dan santri untuk membahas berbagai hal penting, baik yang berkaitan dengan agama, pendidikan, maupun urusan sosial dalam lingkup pesantren.

Istilah "Kubro" dalam bahasa Arab berarti "besar" atau "utama," sehingga Musyawarah Kubro dapat diartikan sebagai musyawarah besar yang biasanya melibatkan keputusan-keputusan penting. Musyawarah ini biasanya dihadiri oleh para ulama, kiai, dan pengurus pesantren, serta sering menjadi ajang untuk menyatukan pandangan dan memperkuat persatuan antar santri dan pengurus pesantren dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan pendidikan.

Dalam Musyawarah Kubro, sesepuh dan dewan penasihat PBNU akhirnya memberikan rekomendasi kepada kedua pihak yang bertikai, yakni Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Islah adalah pilihan; mereka berdua diminta 3 x 24 jam untuk melaksanakan rekomendasi dari para sesepuh PBNU ini.

Penyelesaian Akhir dan Persiapan Muktamar

Dalam dinamikanya, rekomendasi ini tidak langsung terlaksana. Rais Aam PBNU sempat mengeluarkan surat klarifikasi karena tidak menghadiri pertemuan di Lirboyo. Sedangkan dari pihak Gus Yahya, mereka menyebut telah berusaha berkomunikasi dengan Rais Aam untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Lirboyo.

Beberapa jam setelah batas waktu rekomendasi itu berakhir, Gus Yahya menggelar konferensi pers di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). Dalam konferensi pers tersebut, ia menegaskan kembali siap melakukan islah sesuai dengan perintah Musyawarah Kubro Lirboyo.

Setelah tidak ada kejelasan, kabar menyejukan akhirnya datang setelah batas waktu rekomendasi sesepuh dan dewan penasehat PBNU berakhir. Kedua belah pihak yang bersebrangan akhirnya bertolak ke Lirboyo. Di hadapan para sesepuh dan dewan penasehat, keduanya akhirnya sepakat untuk islah.

Keduanya bersepakat tidak ada pergantian pengurus sebelum Muktamar ke-35 PBNU dijalankan. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Selain itu, kedua kubu yang kini kembali bersatu bersepakat akan menggelar Muktamar ke-35 NU bersama-sama.

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk panitia bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. "Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jamiyah ini secara damai dan bermartabat," pungkas Yahya.


0 Response to "Berita Segar Datang dari Lirboyo Kediri"

Posting Komentar